Tampilkan postingan dengan label Unik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Unik. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 Mei 2011

Ikan Pemanjat Tebing Dari Venezuela

Seekor ikan yang hidup di pedalaman hutan tropis Venezuela, Amerika Latin, tidak hanya baru bagi dunia sains. Ikan sapu-sapu yang diberi nama ilmiah Lithogenes wahari itu sangat unik dibandingkan ikan pada umumnya karena punya kemampuan memanjat tebing.

Ikan tersebut dapat merayap di lereng atau batuan yang tegak lurus sekalipun menggunakan sirip khas di badannya. gerakannya menjadi lebih mantap karena bagian luar kepala dan ekornya dilapisi kulit yang keras. Spesies tersebut memang mewarisi sifat-sifat dua kelompok sapu-sapu (catfish), yakni genus Loricariidae (lele bertubuh keras) dan Astroblepidae (lele pemanjat).
Seperti kedua genus sapu-sapu itu, spesies baru dari Venezuela ini juga memiliki mulut yang dapat mengisap yang berguna saat ia memanjat. Keberadaannya sebenarnya sudah diketahui sejak 20 tahun lalu, tapi baru diteliti lebih lanjut belakangan ini.

“Ikan tersebut sangat aneh dari sisi morfologi sehingga tidak cocok dengan kategori taksonomi yang sudah kami ketahui,” ujar Scott Schaefer dari Museum Sejarah Nasional Amerika. Dia dan timnya memastikannya sebagai spesies baru setelah mengumpulkan 84 spesimen yang ditemukan saat menempel di batu di Rio Cuao yang merupakan anak Sungai Rio Orinoco.

Sumber : http://teknologitinggi.wordpress.com/2009/01/25/ikan-pemanjat-tebing-dari-venezuela/

Semprotan Nyamuk Tersadis Di Dunia

Semprotan nyamuk biasanya hanya berisi bahan-bahan kimia atau obat untuk melumpuhkan nyamuk. Akan tetapi Johannes Vogl merancang semprotan nyamuk dengan menambah fitur yang aneh sekali . Dengan berbekal ketrampilan merakit, dia membuat semprotan nyamuk agar bisa mengeluarkan api seperti halnya korek api.
http://craziestgadgets.com/wp-content/uploads/2010/01/mosquito-blowtorch-350x499.jpg
sumber :http://wisbenbae.blogspot.com/2010/09/semprotan-nyamuk-paling-sadis-di-dunia.html

Hebat Bisnis Pecel Lele Beromset Rp 1,2 Miliar / Bulan

Dahulu, menu makanan pecel lele mungkin hanya ditemui di warung-warung pinggir jalan. Tetapi di tangan Rangga Umara yang inovatif, ia membuat image pecel lele menjadi lebih bergengsi, lebih modern, dan mendatangkan profit yang menjanjikan melalui restorannya, “Pecel Lele Lela”.



Usahanya ini dirintis pertama kali pada akhir 2006 saat ia terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di tempatnya bekerja. Dengan modal yang hanya sekitar Rp3 juta, ia memberanikan diri untuk memulai bisnis di bidang makanan.

"Saat itu, saya melihat hampir semua restoran besar yang telah ada memiliki spesialisasi makanan tersendiri. Seperti Ikan Bakar, Ayam Bakar, Ayam Goreng, Tetapi saya melihat kenapa belum ada restoran yang spesial menjual lele? Inilah yang menjadi ide awal memulai bisnis Pecel Lele Lela," kenang pengusaha muda berusia 31 tahun ini saat berbincang dengan okezone di Jakarta, Sabtu (19/6/2010).

Terbentur modal tak membuatnya putus asa, ia lalu mengajukan kerjasama dengan sebuah warung makan yang terancam gulung tikar di daerah Kalimalang, Jakarta Timur. Dari sinilah usahanya dirintis. Ia lalu mengelola warung makan tersebut dan membayar sewa tempat setiap bulannya.

"Awalnya agak berat juga, mungkin orang lain masih belum familiar dengan pecel lele di restoran. Sehingga yang paling banyak terjual pecel ayam," tambahnya.

Untuk lebih mengenalkan produknya kepada konsumen, ia lalu melakukan berbagai macam promosi. Seperti pengenalan lele yang beraneka rasa. Lalu ia mengubah bentuk lele yang terkesan “seram” menjadi lebih enak dipandang sehingga merubah image dari makanan rakyat menjadi makanan modern.



"Kita tawarkan lele yang di-fillet (dipisahkan antara daging dan tulangnya). Lalu ada juga yang digoreng tepung, dan berbagai inovasi yang lain dari yang lain," lanjutnya.

Ia juga ingin menjangkau konsumen anak-anak dan remaja. Jika dahulu metode promosi adalah menampilkan artis terkenal, maka saat ini ia membuat konsumen yang datang menjadi “artis” dengan memfoto mereka secara bersama-sama dan memajangnya di dinding.

Saat ini, Pecel Lele Lela memiliki 21 cabang di Jabotabek. Dengan produksi lima sampai enam kuintal daging lele per hari dengan omset Rp1,2 miliar per bulannya.

"Rata-rata produksi daging lele per cabangnya sekitar 40-60 kilo. Bahkan ada cabang yang dapat mencapai 100 kilo setiap harinya," tambahnya.

Sekarang ini Ia sedang menyiapkan untuk melakukan ekspansi usaha di luar Jabotabek dengan berencana membuka 4 cabang di Bandung yang kemudian di kota lain seperti Medan, Bali, dan Surabaya.

"Jika Medan sukses, Pecel Lele Lela akan coba go internasional ke Penang-Malaysia dan Singapura, dan suatu saat saya punya cita-cita untuk membuka di Mekkah, Arab Saudi," ungkapnya.

Jumlah pekerja yang dimilikinya saat ini berjumlah sekitar 350 pekerja diseluruh cabang. Dan menurutnya, Pecel Lele Lela tidak mengandalkan koki karena sudah memiliki Standart Operasional Prosedure (SOP) bahwa semua karyawan harus bisa memasak. "Tetapi, kita tetap memiliki beberapa koki master untuk inovasi-inovasi baru," pungkasnya.

Sumber : http://www.soloaja.com/v2/forum/64-success-story--kisah-sukses/6130-pecel-lele-beromset-rp12-miliarbulan.html

Selasa, 03 Mei 2011

Heboh, TV Salah Tulis Osama Menjadi Obama

obama bin laden [ salah tulis ]Osama dan Obama memang sangat mirip, hanya beda satu abjad. Wajar bila mengucapkan atau menuliskannya sering keseleo. Kemiripan ini membuat sejumlah media massa — yang buru-buru mengabarkan berita akbar ini — salah tulis. Maksud hati Osama is dead, namun yang tertulis justru Obama is dead!
Kabar tewasnya Osama beredar cepat di situs berita sejumlah media massa AS, Senin (2/5/2011)lalu disambung sejumlah stasiun televisi berlomba-lomba menyiarkan breaking news.
Nah, karena kemiripan nama Osama dan Obama itu, sejumlah televisi pun melakukan kesalahan fatal. Maksud hati ingin menulis Osama, namun karena salah ketik, justru yang tertulis nama Obama.
Kesalahan pengetikan ini terjadi di televisi AS Fox News. Saat penyiar membacakan berita tewasnya Osama, di layar justru tertulis ‘Obama Bin Laden Dead’. Foto yang sempat diambil sejumlah pemirsa itu pun beredar di twitter dan menjadi olok-olok. Hingga kemudian tulisan itu diralat menjadi tulisan yang benar yakni ‘Osama Bin Laden Dead’.
Kecelakaan sebut karena buru-buru mengabarkan juga dilakukan oleh koresponsen MSNBC Norah O’Donnel. Dia menulis di Twitter bahwa ‘Obama’ telah terbunuh.
“Obama tertembak dan tewas,” tulis Norah O’Donnel di Twitter, mengutip kepala koresponden NBC di Pentagon, Jim Miklaszewski, sebagai sumbernya.
Rupanya hal ini bukan saja terjadi di media AS, di Indonesia pun demikian. Sebuah televisi nasional menyelenggarakan siaran breaking news saat kabar Osama tewas. Namun kesalahan penulisan terjadi. Di layar tertulis ‘AS Pastikan Obama Tewas’. Sempat bertahan beberapa saat, redaksi televisi tersebut segera mengganti kesalahan ketik itu.
Namun tak urung sejumlah pemirsa sempat mengambil gambar kesalahan ketik itu. Gambarnya pun ramai diperbincangkan di twitter.

Kamis, 28 April 2011

Kera Sakti Di Dunia Nyata

bizarre-facts
bizarre-facts
bizarre-facts
bizarre-facts
bizarre-facts
bizarre-facts
bizarre-facts
bizarre-facts
bizarre-facts

Tom N Jerry Dalam Kehidupan Nyata






Bikin Origami Pake Duit Dollar ''Asli''

Rabu, 27 April 2011

Wanita Cantik Yang Bukan 'Wanita'







Namanya Haruna Ai,, pemenang kontes waria 2009 tahun ini
mengalahkan kontestan dari Thailand yang menjadi juara
berturut-turut tahun-tahun sebelumnya....

"Kenji..." begitulah nama aslinya ketika ia belum mentranform
diri seutuhnya menjadi wanita dengan cara operasi
(yang sekarang menjadi Haruna Ai)
Lahir di bulan Juli tanggal 21 , 1972...
Terinspirasi dari artis jepang 'Aya Matsuura

seseorang mengatakan "jika tidak ada yang memberitahuku dia laki-laki,,
sebenarnya aku tidak akan pernah tahu..."

dia bekerja sebagai aris ternama di jepang...
di bawah naungan "Air yayaya "

sumber: kaskus.us

Miliuner Austria Jual Seluruh Kekayaan, Karena Tidak Bahagia


http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/02/12/1043045p.jpg

Seorang miliuner Austria, Karl Rabeder, memberikan setiap sen kekayaanya senilai total 3 juta poundsterling atau setara Rp 50 miliar setelah menyadari kekayaannya tidak membuat dirinya bahagia.

Rabeder (47), pengusaha sukses dari Telfs, kini tengah menjual vila mewah dengan danaunya serta pemandangan pengunungan Alps yang spektakuler senilai Rp 21 miliar. Dia juga menjual rumah pertanian dari batu serta belasan hektar lahan di sekitaranya di Provence dengan nilai Rp 10 miliar, serta enam koleksi pesawat terbang layang senilai Rp 6 miliar dan sebuah mobil audi mewah senilai Rp 700 juta. Selain itu, dia telah menjual perabot interior dan aksesori bisnis, dari vas hingga bunga artifisial.

"Rencana saya adalah untuk tidak menyisakan apa pun. Tidak memiliki apa pun," katanya kepada The Daily Telegraph pada awal pekan ini. "Uang itu kontraproduktif, uang menghalangi datangnya kebahagiaan."
http://i.dailymail.co.uk/i/pix/2010/02/08/article-1249414-08339C65000005DC-916_233x363.jpg

Ia akan keluar dari rumah mewahnya itu, lalu menyepi ke sebuah pondok kayu kecil yang ciamik di pengunungan tersebut atau ke sebuah rumah sederhana di Innsbruck. Semua hasil penjualan hartanya akan menjadi modal untuk lembaga amal yang dia dirikan di Amerika Tengah dan Latin, tetapi ia tidak akan mengambil gaji dari situ.

"Lama saya meyakini bahwa dengan banyak kekayaan dan kemewahan berarti secara otomatis akan lebih membahagiakan," katanya. "Saya berasal dari kerluarga yang sangat miskin, yang aturanya adalah bekerja lebih keras untuk mencapai hal-hal material yang lebih banyak dan saya melakukan hal itu bertahun-tahun," kata Rabeder.

Namun, dia kemudian merasakan sesuatu yang lain, perasaan yang justru bertentangan dengan keyakinan awalnya. "Semakin sering saya mendengar kata-kata, 'Hentikan apa yang Anda lakukan sekarang, segala kemewahan dan konsumerisme ini, dan mulailah hidupmu yang sesungguhnya,'" katanya. "Saya merasa, saya bekerja laksana budak untuk hal-hal yang tidak saya ingin atau butuh. Saya kira bahwa ada banyak orang lain yang melakukan hal yang sama."
http://i.dailymail.co.uk/i/pix/2010/02/08/article-1249414-08339653000005DC-330_468x309.jpg

Bagaimanapun, selama bertahun-tahun dia tidak cukup berani untuk menghentikan semua hal yang memerangkap kenyamanan eksistensinya. Akhirnya titik balik itu terjadi saat dia berada dalam liburan selama tiga minggu bersama istrinya di Kepulauan Hawaii.

"Itu merupakan guncangan terbesar dalam hidup saya ketika saya menyadari betapa mengerikan dan tanpa perasaannya kehidupan bintang lima itu," katanya. "Dalam tiga minggu tersebut, kami menghabiskan semua uang yang mungkin dapat Anda belanjakan. Namun, dalam keseluruhan waktu itu, kami merasa bahwa kami tidak menemukan seorang pribadi yang nyata, semuanya aktor. Para staf memainkan peran untuk ramah dan para tamu memainkan peran sebagai orang penting dan tidak seorang pun nyata."

Dia memiliki perasaan bersalah yang sama ketika melakukan perjalanan ke Amerika Selatan dan Afrika. "Saya semakin mendapatkan sensasi bahwa ada hubungan antara kekayaan kami dan kemiskinan mereka," katanya. Tiba-tiba dia menyadari, "Jika saya tidak melakukan ini sekarang, saya tidak pernah melakukan hal ini dalam sisa hidup saya."

Maka, Rabeder memutuskan untuk mengundi rumahnya di Alpine. Ia menjual sebanyak 21.999 tiket lotere, masing-masing hanya seharga 87 poundsterling. Rumah di Provence di Desa Cruis dijual oleh agen properti lokal.

Semua uang akan disalurkan untuk usaha kredit mikro yang menawarkan pinjaman skala kecil kepada warga Amerika Latin dan membangun bantuan strategis untuk pemberdayaan diri orang-orang di El Salvador, Honduras, Bolivia, Peru, Argentina, dan Cile.

Sejak menjual hartanya, Rabeder mengatakan bahwa dirinya merasa bebas, tidak lagi merasa terbebani. Namun, dia mengatakan, ia tidak akan menghakimi orang kaya yang memilih untuk terus menumpuk kekayaan. "Saya tidak punya hak untuk memberikan nasihat bagi orang lain. Saya hanya mendengar suara hati saya."

sumber:
http://internasional.kompas.com/read/2010/02/12/1043560/Tidak.Bahagia..Miliuner.Austria.Jual.Semua.Hartanya

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger