Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 Mei 2011

Pengayuh Becak Lulusan S1 Dengan IPK 3,01(Tertinggi Sekampus)

Sehari-hari Wawan Kurniawan (28) hanyalah seorang pengayuh becak. Namun siapa sangka pria yang biasa mangkal di depan kantor pos Purworejo itu adalah seorang mahasiswa berprestasi. Sabtu (8/11), dia diwisuda dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,01. Berikut laporannya.

Meski profesinya hanya tukang becak dengan pendapatan pas-pasan dan bahkan sehari-hari penghasilannya sering tidak bisa dipastikan, Wawan Kurniawan tetap punya prinsip dan slogan dalam hidupnya. ’’Optimistis dan jangan pernah menyerah tanpa usaha,’’ tandas warga RT 3 RW 8, Baledono Krajan, Purworejo itu.

Ya, dengan semangat itulah, dia berhasil meraih cita-citanya menjadi mahasiswa yang berprestasi. Menurut dia, pengayuh becak hanyalah profesi. Dan, dia mengaku tidak malu menyandang profesi itu. Apalagi sejak kelas satu SMA dia memang sudah mengayuh becak.

Setiap hari, pukul 05.00-pukul 17.00, pria yang lahir di Purworejo 24 Desember 1980 itu mangkal di depan kantor pos Purworejo. Sabtu (8/11), mahasiswa Fakultas Teknik Sipil di Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMP) ini diwisuda dengan IPK 3,01. IPK tersebut tertinggi di fakultasnya.

Kemarin, dia sibuk mengurus ijazahnya karena akan digunakan untuk mendaftar CPNS di Pemkab Purworejo. Meski ada keinginan menjadi pegawai negeri, dia tetap masih punya niat melanjutkan kuliah di UGM Yogyakarta.
Bagaimana dengan becaknya? ’’Ya, itu tetap akan saya pertahankan. Saya akan jadi pengayuh becak di Yogya,’’ katanya.

Bagi dia, becak yang dipakai saat ini punya nilai sejarah tersendiri. Becak itu semula adalah milik kakaknya. Namun becak itu kemudian menganggur karena kakaknya masuk pesantren. Sejak tahun 1997, becak dia pakai untuk mencari nafkah. Tempat mangkal favorit adalah di depan kantor pos Purworejo.

Dia mengungkapkan, penghasilan sebagai tukang becak ada pasang surutnya. Terkadang dalam sehari dia tidak mendapat uang sama sekali. Akan tetapi menjelang Lebaran lalu, Wawan pernah mendapat uang Rp 100 ribu/hari.
Hasil jerih payahnya itu, sebagian dimanfaatkan untuk membayar uang kuliah, meski dia sadar seringkali penghasilannya masih kurang untuk biaya di perguruan tinggi. Seingat dia, pada tahun pertama membayar Rp 2 juta. Selanjutnya untuk biaya per semester Rp 750 ribu. ’’Ya, kalau kurang, saya pinjam teman,’’ tuturnya.

Giat Belajar
Untuk bisa belajar sambil bekerja, dia berusaha membagi waktu. Bila ada jam kuliah, dia berusaha masuk. Setelah itu kembali ke pangkalan becak. Kapan belajar? Menurut Wawan, belajar biasa dilakukan pada malam hari. Dia juga biasa membawa buku-buku kuliah di laci becak. Bila sedang tidak ada penumpang, dia memanfaatkannya untuk belajar. ’’Dulu pas ramai judi togel saya pernah dikira sedang meramal nomor. Padahal sedang belajar,’’ ujarnya.
Selama menjadi tukang becak, kata dia, tentu ada suka dan dukanya. Dia sering mengantar teman sekampus atau dosen, namun Wawan mengaku tidak malu melakukannya.

Dia juga pernah diberi uang Rp 170 ribu dari seorang warga Ngombol, Purworejo yang kini di Jakarta. Mulanya orang yang mengaku pensiunan polisi itu minta diantar dari Hotel Bagelen ke masjid di alun-alun. Ketika penumpang bertanya status dan pendidikan, dia jawab masih kuliah di UMP.

Mungkin karena merasa kasihan, penumpang menyodorkan uang Rp 20 ribu. Keesokan harinya, dia ngobrol lagi dengan penumpang itu. Wawan pun diberi uang Rp 50 ribu untuk biaya kuliah. Beberapa saat setelah itu, orang yang sama menyempatkan datang ke rumahnya dan memberikan uang Rp 100 ribu.

Tentang dukanya, menurut Wawan, dirinya pernah diminta mengantar seorang wanita ke Pasar Baledono, Purworejo. Sesampai di tempat tujuan, penumpang itu turun dan dia diminta menunggu. ’’Eh ternyata tidak nongol lagi,’’ ungkap anak ke-4 pasangan Ambari dan Chamidah itu.

Meski lahir dari keluarga kurang mampu, karena ayah dan ibunya hanya berjualan es tape di alun-alun dan di rumah, semangat Wawan perlu ditiru. (Eko Priyono-46)

Sumber: SuaraMerdeka

Kamis, 03 Februari 2011

5 Pertanyaan Sulit Bagi Ilmuwan

Menurut laporan Inggris, seiring dengan perkembangan teknologi dan kemajuan sosial masyarakat, orang-orang telah memiliki pengetahuan yang lebih dalam terhadap sejumlah besar hakekat hal ihwal. Namun terhadap sejumlah soal lainnya hingga sekarang para ilmuwan tetap masih belum dapat memberikan jawaban dan penjelasan. Seperti:
 
1. Apakah anjing memiliki rasa humor?


Ilmuwan meneliti inteligensi binatang, mereka semakin mengakui suatu pandangan demikian: perilaku binatang bukan hanya bereaksi secara insting, tapi suatu reaksi bawah sadar, substansi pemikiran mereka membuatnya memiliki kemampuan merasakan suka, marah, sedih dan gembira bahkan rasa humor melalui organ sensornya.
Misalnya peneliti telah mendapati, bahwa gajah dapat mengenali dirinya dalam cermin (banyak anak-anak yang belum tentu dapat berbuat seperti demikian) orang utan (atau mungkin sejumlah unggas) dapat belajar sejumlah bahasa tingkat permulaan serta membuat suatu peralatan yang rumit.

Bisa dibayangkan, jika burung dapat membuat cantolan (kait) dengan kawat listrik, untuk dipakai mengait makanan dari kaleng, maka bukankah sangat kejam kalau menggunakan mereka sebagai percobaan yang menyiksa?
 
2. Bagaimana asal muasal kehidupan?


Kalau anda ingin mempersulit seorang ahli biologi, anda cukup menanyakan bagaimana asal muasal kehidupan ini. Sejak 150 tahun silam, Darwin terus berpikir dan menurutnya bahwa segala kehidupan di atas bumi berasal dari “prebiotic soup”. Namun hingga sekarang, kita masih memikirkan asal muasal kehidupan ini.
Kita tidak tahu berbagai pengetahuan yang yang berhubungan dengan asal muasal kehidupan, misalnya bagaimana mulanya, darimana dan kapan kehidupan itu dimulai, serta apakah kehidupan itu mulai dari hidup hingga mati hanya sekali atau berlangsung berulang-kali dan sebagainya.

Sejumlah ilmuwan menduga, kehidupan berasal dari bawah tanah, atau di sekitar bibir semburan gunung berapi. Sedang para ilmuwan lainnya menduga, bahwa mikroba tunggal adalah nenek moyang segala makhluk hidup di bumi. Kurang lebih pada 3 milyar tahun silam, planet Mars kala itu hangat dan lembab, sedang bumi hanya sebuah padang pasir yang dingin, mikroba-mikroba tunggal ini terbang ke bumi seiring dengan hancuran ledakan batuan di planet Mars. Menurut pandangan ini, berarti kita semua adalah manusia dari planet Mars. Namun hingga saat ini, semua dugaan-dugaan ini belum pernah dibuktikan. Jadi tidak dapat meyakinkan orang. Asal mula kehidupan, besar kemungkinan merupakan misteri yang paling misterius di alam semesta.
 
3. Apakah reaksi batin hanya omong kosong?


Sebagian besar ilmuwan mengatakan tidak percaya dengan fenomena abnormal, sebab fenomena-fenomena ini menyalahi prinsip normal dan tidak dapat di jelaskan melalui percobaan. Namun apakah kita bisa mengatakan bahwa terapi kristal (menggunakan energi kristal agar “Medan magnetis organisme” tubuh manusia kembali dalam kondisi “seimbang” dan reaksi batin itu adalah omong kosong?)
“Fenomena abnormal” meliputi kekuatan Gamma (?), “spiritual”, ocehan era baru (new century), ramalan bintang, ramalan kartu/tarot, para ilmuwan punya alasan menganggap bahwa fenomena abnormal adalah suatu ilmu pengetahuan gadungan. Namun ilmuwan justru sebaliknya, mereka cermat dan rasional dalam keilmuan, kerap mempublikasikan temuan riset terbaru mereka di majalah Science terkemuka.”

Namun ketika terapi kristal dan teknik ramalan bintang diyakini hanya sebagai suatu hiburan dan bukan ilmu pengetahuan, lalu bagaimana dengan reaksi batin, terapi akupungtur dan teknik hipnotis? ini masih perlu diteliti secara ilmiah. Dan sudah barang tentu, reaksi batin mungkin juga akan dibuktikan sebagai suatu berita burung, siapa tahu? tidak peduli bagaimana hasilnya, harus berusaha menemukan fakta yang sesungguhnya.
 
4. Apa waktu itu?


Jika anda ingin mempersulit seorang fisikawan, tanyakan padanya: “Apa itu waktu?” sebab, kita tidak akan tahu jawabannya.
Ada sebuah rumor yang mengatakan, waktu adalah senjata gaib alam yang menghalangi segala benda melakukan aktivitas secara bersamaan. Waktu bisa mendefinisi kehidupan kita, sebab kita mengandalkan waktu untuk mengukur hidup. Namun dalam hal apa itu waktu, kita sama seperti orang zaman dahulu, juga tidak tahu apa-apa. Dan sudah barang tentu, ini bukan berarti kita tidak tahu apa yang telah dilakukan waktu. Fisikawan seperti Einstain, dimana dalam hal karakteristik tentang waktu punya pandangan yang dalam. Jadi kita bisa memberi sebuah tanda pada waktu, kemudian masukkan waktu ke dalam persamaan yang tidak sama, sehingga dengan demikian kita bisa meneliti sejumlah besar fenomena dan menarik kesimpulan.

Akan tetapi, ini belum bisa memberi tahu kita sebenarnya apa itu waktu. Apakah merupakan sebuah “sungai” yang mengalir dari masa lampau ke masa depan? jika ya, lalu sungai apakah itu? Apa yang mendorongnya bergerak dan berdasarkan apa kecepatan arus sungai itu mengalir? jika waktu adalah sebuah sungai, apakah bisa mengalir ke atas menembus sungai ini? dan apakah kita bisa sepenuhnya menghentikan arus sungai yang mengalir ini?

Novelis fiksi mengatakan ini memungkinkan. Yang mengherankan kita adalah, fisikawan juga beranggapan seperti ini. Namun sebelum kami menciptakan sebuah mesin waktu, kami harus mengetahui betul terhadap waktu yang sukar di raba dan mudah lenyap dalam sekilas ini. Hingga terakhir nanti, kami akan menyingkap misteri-misteri yang misterius ini. Namun jika memang demikian, maka dipastikan akan muncul lebih banyak lagi misteri. Mungkin satu-satunya yang layak terhibur adalah, apabila kelak kita dapat menyingkap semua misteri, dan jika benar-benar terpecahkan, maka segalanya akan menjadi hambar.
 
5. Mengapa obesitas dari hari ke hari kian meningkat?


Pada 100 tahun silam, di dunia nyaris tidak ada satu pun kasus obesitas, selama 100 tahun itu, obesitas telah menjadi krisis yang tiada taranya dalam sejarah penyakit manusia. Jika dikalkulasi menurut situasi saat ini, kita akan semakin kelebihan berat badan.

Sebab obesitas sangat jelas: makan terlalu banyak, kurang olahraga. Namun kondisinya tidak sesederhana ini. Pertama jarang sekali yang mengetahui, di sejumlah besar negara “obesitas” di barat, misalnya Amerika Serikat, kalor yang dibuang orang-orang jauh lebih sedikit dibanding kalor yang dihabiskan orang-orang pada 50 tahun silam. Dibanding dengan orang-orang pada 1950 silam, kita jarang jalan kaki, yang menggantikannya adalah sejumlah besar kendaraan bermotor. Obesitas mulai tumbuh subur sejak 1980, dibandingkan ketika itu, olahraga yang sangat kurang dilakukan.

Sejumlah besar ilmuwan yakin, bahwa dibalik suburnya obesitas pasti terpendam sebuah misteri yang mendalam. Sejumlah ilmuwan pernah menuturkan, obesitas mungkin disebabkan oleh suatu virus, atau dapat dijelaskan dengan ilmu genetika.

Sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=6608088

Selasa, 25 Januari 2011

TIPS DAPET IPK GEDE (Mahasiswa Wajib Baca)

Bermula dari saya berpikir bahwa kenyataan kebanyakan orang-orang sukses di luaran sana berhasil atau sering disebut orang sukses tidak hanya memiliki IPK tinggi bahkan cumlaude sekalipun. Nah, bener atau ga ya apa yang ku pikirkan ini?

Tapi terlepas dari itu semua, emang sih memasuki dunia kerja memang butuh yang namanya IPK gede apalagi kalo pengen masuk company . Apalagi kalo public company yang notabene top gitulah.

Aku pernah mengikuti seminar, wah aku lupa seminar apa itu namanya, yang jelas salah satu isinya yang masih aku inget nih bahwa kesuksesan tidak selalu bergantung banged ama yang namanya IPK ato nilai indeks prestasi gede di kampus. Apa bener ya??

Lalu, ngapain donk orang kuliah susah-susah dapetin nilai bagus kalo ternyata dunia yang sebenarnya yaitu dunia kerja malah ga dapt kerjaan? Eh…perlu diralat kali cara belajarnya mungkin….

Masak udah IPK cumlaude ga bisa apa-apa pas kerjanya???Aduh, menyedihkan sekali ya??

Trus kesuksesan katanya nih dalam seminar itu tidak tergantung pada aspek IQ aja loh??Ada komponen lain yg mendukung biar sukses yaitu EQ ato Emotional Quotion, dan SQ ato Spiritual Quotion, nah jadi ternyata ada 3 komponen yang menyebabkan orang sukses. Ada lagi yang nambahin Sosial Quotion dan ini jg biasanya masuk ke dalam kategori EQ tadi.

Nah..loh jadi temen2 ga usah pada pusing nih yang ngerasa punya IPK di bawah rata-rata apalagi yang cuman nasakom (nasib satu koma), hidup itu tak selebar daun kelor koq,,hehehe. Kesuksesan itu terletak pada kemauan dan kemampuan kita dalam mengcombine 3 unsur tadi.

Nah, gmana donk jadinya biar tetep dapet IPK tinggi tapi tetep juga gaul ama temen (biar ga kuper .red). Kali ini aku akan berbagi dengan temen2 smua.

Aku sempet loh dapat juara umum dari SD ampe SMA bahkan rencananya sampai kuliah nih. hehe . Nah karena itu, pernah ada temen yang suka jail bilangin kalo aku tuh kutu buku, artinya aku hanya demen tuh yg namanya buku-buku pelajaran di sekolah sampai-sampai dibilangin, temen2Q itu-itu aja dan kurang gaul..

Aduh,. Aku sempet kesel, padahal ga gitu juga sih…kalo aku kutu buku dan kurang gaul, kenapa aku pernah dapat channel ikut lomba bahkan sering kali mewakili kotaku sebagai duta dan punya kenalan banyak kayak Pak wali, pemkot, dan masih banyak lgi lainnya..

Nah, kini aku mulai sadar bahwa memang sih sebagai makhluk sosial, udah semestinya menyeimbangkan hidup ini. Kebutuhan pribadi, kebutuhan sosial dan termasuk interaksi sosial di masyarakat mesti ditingkatin..

Nih, ada strategi ato kiat-kiat sedikit dari aku buat kamu-kamu yang pengen tetep gaul tapi IPK cumlaude sbb:

1. Tetapkan visi hidup kamu.

Loh. Knp mesti netepin visi?? Yah, ini penting karena tiap2 dari kita pasti memiliki tujuan yang berbeda dan tentunya visi yang akan mengarahkan hidup kamu. Pasti kita-kita pengen sesuatu dari hidup ini bukan?? Semisal ada yang kepengen bahagiakan orang tuanya, ato pengen rumah sendiri.

Itu semua pasti ada dibenak kita. Dengan menetapkan visi ato tujuan hidup ini akan membuat kita merasa optimis menjalani hari demi hari. Kalo udah begitu, tantangan seberat apapun akan kamu lakukan selagi itu menunjang visimu. Misalnya, temen kamu ngajakin hura-hura ato dugem saat kamu mestinya harus belajar..Padahal sih kamu kepengen banget ikut dengannya, tapi kamu mengorbankan itu buat belajar agar visi kamu tercapai.

2. Kamu mesti fokus

Fokus??yah, dengan fokus pekerjaan apapun dapat diatasin denga baik loh..Apalagi kamu nih yang pengen bercita-cita tuk jadi orang berkualitas. Nah, kamu udah banyak belajar dan ngorbanin waktu maen kamu demi cita-cita itu bukan? Apalagi selain belajar kamu mesti ikut privat di luar untuk bisa ningkatin prestasi belajar kamu.Itu semua tak akan tercapai kalo kamu ga fokusin ke situ. Salaha atu upaya ningkatin fokus kamu adalah dengan cara buat perkumpulan temen2 yang pengen belajar ato sama –sama memiliki minat untuk sukses ato bisa juga buat tuh komunitas yang berkaitan dengan dunia akan digeluti. Nah, dengan begitu kamu akan terasah intuisinya, jadi kamu seakan punya program jangka pendek buat ningkatin motivasi kamu demi cita-cita yang kamu idam-idamkan itu.

3. Manajemen Waktu

Nah, setelah kamu upayakan untuk fokus, kiat yang satu ini tak kalah pentingnya loh?Memanage waktu adalah hal yang sangat penting bagi kita. Apalagi bagi kamu yang punya segudang kesibukan dan sulit banget mengelola waktu apalagi masuk kuliah pukul 7 dan pulang sampai jam 10 malam. Sepertinya kemampuan mengelola waktu menjadi tuntutan yang kudu kamu lakukan. Mengelola waktu dengan baik akan membuat tugas ato pekerjaan kita dapat berjalan dan terkontrol loh.. Nah,,gmn donk caranya mengelola waktu secara efektif?

Menurut kebiasaanku, dalam mengelola waktu memang sedikit memakan waktu sesaat. Namun ketika usai membuatnya, aku ga merasakan lagi kesulitan membagi waktu dengan berbagai aktivitasku yang banyak. Hal ini mungkin karena jadwal yang aku susun telah sesuai dengan jadwal dan tidak saling tumpang tindih. Aku membagi beberapa prioritas, yang pertama, prioritas utama, yang kedua prioritas penting, yang ketiga prioritas hobi. Prioritas utamaku misalnya belajar, dapet IPK cumlaude, ngerjain tugas kuliah, cepat lulus kuliah,hehe. Nah, kalo prioritas kedua nih biasanya berupa pendukung prioritas utama seperti membangun network, dan organisasi ato pengembangan diri (self development), dan untuk prioritas hobi biasanya aku meluangkan waktu untuk sekedar melepas kepenatan seperti membaca novel yang menarik, chatting, design grafis, maen game ato travelling ama temen organisasi. Yang penting sih dalam mengelola waktu adlah bagaimana kita bisa tetep komitmen ama jadwal yang udah dibuat. Artinya, kapan harus belajar, maen, trus organisasi juga. Itu semua hanya bisa berjalan hanya dengan kemampuan mengelola diri dengan baik

4. Punya motivasi achievement oriented

Setelah punya visi yang tinggi, trus adanya fokus pada visi dan dilakukan sistem manajemn waktu yang efektif dan baik telah cukup bagi kamu untuk dapet IPK tinggi dan gaul. Tapi ada satu hal yang sangat dianjurkan kalo kamu kudu punya yang namanya motivasi achievement oriented. Apa itu?Achievement oriented adalah motivasi yang selalu mengutamakan prestasi. Hidup ini harus penuh dengan berbagai prestasi hidup. Kan ada pepatah yang mengatakan bahwa hari ini harus lebih baik dari hari kemarin dan hari esok haruslah lebih baik dari sekarang. Nahh, hali ini menyiratkan bahwa kita mesti belajar untuk lebih baik dari hari ke hari. Konsekuensinya adalah membuahkan prestasi. Apapun itu prestasinya yang jelas membawa perubahan yang lebih baik di masa mendatang. Di mana pun jika kita menerapkan motivasi seperti ini, insya Allah jalan kemudahan akan terus terbuka bagi kita. Amin

Sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=6789026

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger